2016/08/21

Eh, Pakabar?

www.aninvitinghome.com
Jumlah jari saya, yang kiri dan kanan~

Dan setelah menghilang satu tahun kurang dua bulan, kembalilah saya menulis post baru di blog ini. Pemalas? Tentu. Gak konsisten? Dengan bangga. Punya pembelaan? Ya, hidup ini sungguh terlalu dinamis untuk ditulis. Elah, alesan.


Pokoknya dalam medio November 2015 hingga Agustus 2016, banyak hal dan penambahan, pengurangan, dan pengubahan yang saya alami. Jika dijadikan daftar, maka :


Penambahan :

  1. Gelar di belakang nama. Alhamdullilah. (ambil kanebo. elap airmata, darah, dan nanah)
  2. Ponakan. Tapi bukan ponakan langsung sih. Tepatnya, anak sepupu. (tolong akomodir ateu-ateu ini agar segera manjadi ateu beneran ya, ekhem. #kodekeras)
  3. Koleksi buku nonfiksi (well, namanya juga pengangguran jobseeker)
  4. Jumlah gebetan. Tapi gak jadi pacar. (that makes Ariana Grande and Didi Kempot immortally life in my playlist)
Pengurangan :
  1. Angka di ujung buku tabungan. (tentu semakin menipis, sebagai freelance saya emang belum pinter memilah uang pribadi dan uang lainnya. plus, masih kebanyakan hura-hura di onlenshop dibanding itikaf di masjid. #iniurusanserius )
  2. Interaksi sosial. (pekerjaan tentu membawamu kepada orang baru. tapi interaksi yang kalian bangun tentu berorientasi pada kebutuhan proyek, bukan kebutuhan sosial. gini ya rasanya jadi orang dewasa?)
  3. Pemakaian air. (paska cabut dari studio, event formal yang harus saya kunjungi tidak sebanyak dahulu kala. hal ini berkorelasi positif kepada frekuensi mandi dan volume air yang terpakai di dalamnya. ini baru namanya cinta sama bumi!)
  4. Selera humor. (apakah anda merasakannya pada kalimat-kalimat di atas?)
Pengubahan :
  1. Status ( metamorfosis rahmi adalah : mahasiswa  → budak TA → wisudawan  → budak dosen → freelance → budak klien → jobseeker → budak cinta)
  2. Domisili ( imbas dari poin pertama tentus aja ketidakjelasan domisili. badan ada di mana, kesempatan ada dimana, hati dipegang sama siapa #euh)
  3. Berat badan ( yang ini sengaja tidak terklasifikasi pada pengurangan atau penambahan, yah pokoknya mah berubah ajalah yah. fairplay!)
  4. Kepercayaan terhadap bentuk bumi (semua orang pasti beberapa detik pernah mengalaminya. sangat 2016!)
Dua belas hal ya? Kayaknya lebih banyak dari itu sih. Tapi berhubung yang diinget cuman sekian jadi yaudahlah ya. Siapa juga yang mau baca. Hahahahahahasediheuyhahahahaha. Paling engga saya punya milestone sederhana buat nginget-nginget ngapain ajasih 10 bulan ke belakang ini. Selayaknya doa ustad, semoga banyak manfaatnya dibanding mudhorotnya.

Sekian post kali ini. Sampai ketemu lagi entah kapan tauk. Uw!

2015/11/17

Faktanya Adalah......


  1. Meski tidak memiliki dampak langsung, ketidakjujuran kolektif tetap menimbulkan kekecewaan terpendam dalam batin yang diekspresian melalui helaan kecil berbunyi "huft".
  2. Lebih banyak status yang diikuti oleh frase "huft" jika hal tersebut berubah menjadi kelaziman di secara umum. Media sosial akan semakin monoton oleh empat huruf di atas.
  3. Tak banyak yang bisa memperbaiki ketidakjujuran kolektif karena minornya aspirasi perubahan, dan sayupnya suara "huft" di masyarakat
  4. Ini membuktikan sulitnya menegakkan slogan PP Muhammadiyah di dunia nyata, yakni "amar makruf, nahi munkar". Tegakkan kebenaran, jauhi kejahatan. Huft.
  5. Pantesan aja Tuhan sayang sama orang yang bertaqwa dan lagi gak cuman jago soal ibadah. Errrr huft?
  6. Intinya, kecewa itu sederhana yah? HUFT.
  7. Makannya, jangan terlalu banyak menaruh harapan kepada sesama manusia. Berharaplah hanya kepada Tuhan Yang Maha Menepati. Tanpa huft :)
  8. Perkecil jumlah helaan huft, karena duck face udah gak jaman lagi dipake gaya selfie.

2015/11/08

Sindikat Berbahaya - Mama Minta Pulsa Mantu

ha!
sumber : http://jakarta.coconuts.co/
Di tengah khidmatnya santap pagi di sebuah warung nasi sekitaran kosan, tak sengaja saya membaca berita bahwa Polda Metro Jaya berhasil membekuk sindikat penipuan sms mama minta pulsa di awal musim hujan yang datangnya telat kemarin. Sebagai bagian dari masyarakat Generasi Y yang berkebutuhan pokok sandang, pangan, papan, dan smartphone – yang harus terkoneksi sempurna dengan internet, biar bisa snapchat tentu saja – aktivitas yang dilakukan oleh sindikat ini bukan barang baru di dalam lingkungan pergaulan saya. Tahun 2010an awal, sms mama minta pulsa bolehlah dianggap menggegerkan khalayak ramai dengan modus operandinya mengirimkan sms blast dengan kedok berpura-pura sebagai anggota keluarga (biasanya mengambil peran sebagai “Mama”) yang – entah kenapa – berurusan sama kepolisian atau mengalami kecelakaan dan pada saat yang bersamaan – entah kenapa lagi, selalu – kehabisan pulsa. Kemudian dengan kedoknya, sindikat ini meminta dikirimi sejumlah pulsa untuk berkomunikasi dengan si korban. Ya barang tentu setelah pulsa terkirim si “Mama” gak bakalan pernah ngehubungin yang ngirimi pulsa karena modus di atas adalah contoh tipu tipu skala kecil. Buat skala menengahnya mereka berani tipu tipu pake pengumuman undian, dan setelah korban terpancing – atau lebih tepatnya, tertipu, terbohongi, juga terdustai (bukan curhat) – dengan pengumuman palsu, pelaku membimbing korban ke atm terdekat buat mencet-mencetin nomor yang tanpa disadari akan mentransfer sejumlah uang dari rekening korban ke rekening pelaku. Memang sekilas korban yang dengan mudahnya manut  nampak tolol di mata kita semua, tapi bayangkan apa yang akan dilakukan oleh sekian persen warga negara kita yang tergolong berekonomi lemah dengan tingkat pendidikan pemikiran (tingginya strata sekolah bukan penentu kecerdasan seseorang) yang tidak begitu tinggi saat mendapat iming-iming hadian dalam jumlah besar tanpa melakukan banyak usaha? Yaelah, siapa sih di muka bumi ini yang gamau harta, tahta, maupun Raisa dengan modal tenaga jari buat mencet kipet atm doang?

Namun seiring berjalannya waktu, bergantinya hari, dan bertambahnya season tukang bubur naik haji. Si pengirim sms mama minta pulsa ini gak mengalami peningkatan kreativitas dalam mengembangkan sistem penipuan ataupun dalam kepenulisan konten sms. Hei, kalo ada orang yang dalam seminggu dapet undian sebanyak 15 kali dengan format yang sama dan tetap percaya, mari bakar departemen pendidikan nasional karena gagal dalam menjalankan misi negara untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Untung dewasa ini masyarakat  sadar kalo sms macem gini jelas lah yaw penipuan. Kalo dapet, jangankan dibales, dilirik aja kagak. Ya paling kalo ada waktu luang tipu balik lah sama yang ngirim sms, mayan hiburan di kala senggang. Intinya? Selamat dan sukses teruntuk Kementrian Pendidikan Nasional, you did a good job! *tepok tangan sodara-sodara*. Lucunya adalah, pihak kepolisian butuh waktu bertahun-tahun buat nangkep dalang dari sindikat penyebaran sms ini, pada saat masyakarat udah gek peduli dan gak bisa dibohongi lagi. Lha, kemarin-kemarin pada kemana aja, bos?

Karena semua tulisan di blog ini adalah curahan egosentris lagi narsis, mari balik lagi sama keresahan pribadi yang dilalui oleh penulis. Sebagai mahasiswa yang menjalani semester akhir, daripada sindikat penipuan sms mama minta pulsa yang kita bahas di dua paragraf awal, alangkah lebih meresahkan aktivitas dari sindikat mama minta mantu yang sudah meneror saya dari dua semester lalu. Sindikat ini terdiri dari dua orang suami-istri yang semenjak bertahun-tahun yang lalu berkomplot untuk menambah populasi manusia di dunia sehingga muncullah saya dan dua orang saudara lainnya. Belakangan, sindikat ini melakukan pergerakan bawah tanah yang secara halus senantiasa meneror korban (yaitu saya) dengan pertanyaan “perasaan kalo kamu makan di luar rame-rame terus gak pernah berdua?”. Kian hari, teror semakin berkembang menjadi, “kok, malem minggu di kosan aja? Emang gak ada yang jemput kamu apa?”. Dan dua minggu yang lalu mereka muncul dengan lima kata, “kapan bawa pacar ke rumah?”. Ingin rasanya lapor polisi, apa daya kita semua berada dalam ikatan legal bernama keluarga.

Rasanya pingin naturalisasi ke negara ini.
sumber twitter.com/QDJY
Sangat mungkin jika saya abai dengan teror dari mereka, secara perlahan mereka akan memperkenalkan saya dengan seorang asing yang disinyalir kerabat dari salah satu sahabat ataupun kolega kerja. Sehingga – tanpa saya sadari – misi utama  merubah relasi dari rekan menjadi besan berbuah sukses besar. Bukan karena antipati terhadap nawaitu yang baik dari misi sindikat ini, akan tetapi saya cukup alergi jika harus menjalin hubungan cinta dan membangun masa depan berdua dengan pria asing dan jalan pikirannya gak bisa diikuti.

Sungguh, saya telah malakukan berbagai upaya agar aksi dari sindikat ini tidak semakin membesar dan menimbulkan mara bahaya. Target saya adalah mendapatkan pasangan sebelum dilekatkan dengan predikat STMJ (Sudah ST, Masih Jomblo) oleh anggota sindikat tersebut. Jika dijadikan daftar, maka upaya-upaya yang telah saya lakukan adalah:

  1. Ikut komunitas biar bertemu dengan lingkungan baru dan memperluas pergaulan – klise, tapi gak ada salahnya kan untuk dicoba? – (Failed. Saya terlalu banyak nananina yeyeye lalala, malah menyebarkan aura persahabatan yang kuat kepada setiap makhluk di komunitas. Intinya sih, saya gagal aja membangun citra wanita anggun yang hemat, cerdas, bersahaja, juga mengamalkan poin-poin dasa dharma lainnya di mata mereka)
  2. Minta dikenalin sama temennya-temen – karena tiap hari nonton spongebob, jadi saya percaya “Teman adalah kekuatan!” – (Failed. Upaya ini emang belum terjadi. Udah keburu parno duluan sih sama selera dan pilihannya si temen. Lagian, takut keberadaan saya ngerusak hubungan pertemanan mereka juga sih. Diplomatis abis ye alesannya. )
  3. Download tinder – Iya, saya-download-tinder. Monggo untuk ketawa sepuasnya – (Failed. Nginstall app ini adalah salah satu tindakan yang paling saya sesali. Upgraded versionnya makan memori banyak. Jadi mau gak mau app ini mesti saya uninstall sih biar rutinitas nonton Ghibli di layar hp tidak terusik dan tetap asik.)
  4. Daftar di setipe.com – apakah situs ini akan mendatangkan sesosok manusia seganteng Christian Sugiono sang penciptanya? – (Failed. Menyerah di tengah karena lelah ngisi kuisioner yang jumlah soalnya sebanyak lapisan wafer tango, bedanya kalo tango itu enak, kalo yang ini enek)
  5. Bikin proposal taaruf – mahasiswa satu universitas pasti pernah dong, dapet jarkoman komunitas-rindu-apakah yang membahana itu?– (Meh. Just meh.)

Capek, bosen, males, ilfil, dan takut adalah lima perasaan yang lewat di pikiran saya setiap mendapatkan teror dari sindikat mama minta mantu. Capek, harus menjalani satu hubungan ke hubungan lain tanpa adanya keseriusan. Bosen, setiap curhat perkaranya itu-itu saja dan solusinya berputar-putar di situ situ saja. Males, harus mengenal lagi orang baru, mempelajari setiap sudut kehidupannya, ngasih perhatian untuk setiap kebutuhannya, tapi gak jelas ujungnya seperti apa. Ilfil, melihat diri sendiri yang kualitasnya belum bisa seberapa untuk dijadikan pasangan. Takut, takut harus patah hati lagi berkali-kali dan menyesal di kemudian hari.

Setelah berintrospeksi, ternyata semua perasaan negatif tadi berawal dari diri saya sendiri. Memang sudah puluhan artikel tentang self-development sudah saya baca, berbagai episode dari tayangan motivasi diri sudah saya tonton, nasihat tentang memantaskan diri pun entah berapa ratus kali sudah saya dengar. Walaupun begitu, bisa jadi pemahaman saya mengenai diri sendiri masih sangat kurang. Tapi intinya, saya belum siap, belum layak, dan belum bisa untuk menaruh perasaan cinta pada orang lain. Bagai masyarakat yang udah kebal sama sms mama minta pulsa, begitupun perasaan saya yang gak bisa dibohongi sekuat apapun saat berusaha untuk jatuh cinta. Mungkin terdengar alay, tapi begitulah kenyataanya.

Seorang kawan bernah bilang, kalo saya belum berdamai dengan diri saya sendiri. Katanya, saya masih rempong tugas akhir lah, khawatir soal pilihan karier lah, bingung sama asuransi kesehatan dan skenario KPR di masa depan lah, trauma sama pengalaman yang lalu-lalu lah #eh. Dan secara haqul yaqien beliau memvonis saya menderita Quarter Life Crisis. Apapun itu, bolehlah semua analisisnya kita diterima. Berhubung si beliau ini bukan jomblo lagi sih ya. #bedakasta #akuparia

Saya tidak abai dengan gempuran dari sindikat mama minta mantu. Namun, untuk sementara, satu-satunya cara membekuk komplotan ini adalah dengan memberikan pengertian bahwa anak mereka mungkin butuh waktu untuk cari mantu, biar kalian bisa gendong cucu.


Hm, pantes ya polisi butuh waktu tahunan buat ngeringkus sindikat penipu.

2015/04/27

Mbak Angkatan Tua

Hallo!

Long long long time no see...

Sebenernya postingan kali ini gak direncanakan sih. Tapi ya biar blog ini gak keliatan terlantar-terlantar amat, mari saya ceritakan sekelumit kisah hidup Rahmi Afuza di semester 8 (dibaca de-la-pan aka. tahun ke empat....)

Nah, seperti mahasiswa indonesa pada umumnya, semester 8 merupakan semester akhir dimana kami - anak-anak jurusan arsitektur- pun dibikin pecah kepalanya sama tugas akhir demi meraih dua alfabet tambahan gelar di ujung nama (S.T dibaca esteh). Sebelum pisah dan berpencar kemana-mana, alangkah unyunya jika kebersamaan ini (ceilah, setel lagu kemesraan ini #lawas) dihimpun dalam satu buku tahunan. Karena kali ini konsepnya monokrom, makannya pas pemotretan orang-orang banyak yang berpenampilan kayak mau berangkat ngelayat (contohnya saya....). Di bawah ini beberapa foto yang berhasil lulus uji tes di BPOM, makannya gak banyak, tapi semoga menghibur.

Foto bareng pacarnya Mas Dani.
Mas, kalo bimbingan ke dosen pacarnya jangan dibawa ya. Takutnya nanti yang di acc bukan skripsinya, malah pendamping wisudanya. Soalnya udah fix, cantik, dan gak usah direvisi.
#akuhanyalahbubukindomiketiupkipasangin 

Wefie sama owner @kikysway.
Cek ig kita sis! Ada jilbab murmer berkwalitas lho!
#malahpromosi #berjuangcariuang #sekalianFOTD

Yang ini foto mahal seharga tiket PP kereta Jakarta-Jogja nih.
Soalnya yang di tengah kan ceritanya udah jadi penduduk Jekardah.
#wanitakariribukota #tapibelumbisapakegueelu #pigimane
 Sekian reportase hari ini, untuk foto-foto lainnya mari nantikan postingan berikutnya~

2015/01/05

Berbincang dengan Senja

“Asal kamu tahu, langit berubah temaram  dan mulai bermunculan bintang saat kamu mulai datang . Kenapa kamu rela hanya menjadi antara dari terangnya siang dan pekatnya malam?”

“Apa masalahmu, wahai makhluk yang hanya bisa mengalami?”

“Tidakkah kau ingin? Ingin lebih lama menghiasi langit, lebih lama menyisir angin, lebih lama berbincang disini?”

“Hahahaha, sebegitu takutkah kau dengan malam dan silau dengan siang?”

“Benci. Aku ingin kita berdua saja yang ada di sini. Bisakah?.”

“Kau lebih buruk dari yang kuduga.”

“Apa maksudnya?”

“Kuakhiri siang dan mempersembahkan malam agar kau sadar.
 Kau tidak hanya bisa mengalami. Tapi juga sedang berevolusi.”


Si makhluk tepekur. Setelah sadar, segera dia nyalakan lampu teras depan agar tak dianggap malas oleh tetangga karena hanya rumahnya saja yang gelap gulita. 

2014/12/16

Nantangin nih?

Maaf telat gaul. Telatnya kebangetan lagi, 2 bulan lebih. Emang gak bakat ngikutin trend kekinian sih dari kecil :p

Untuk menghormati Annisa Rizky Fadlillah, Hesty Ratnasari, Ressa Rosiyanti, dan Dizsa Sofiani yang udah nantangin saya. Maka akan saya buka #20factsaboutme paling gak penting dari Rahmi Afuza Maulina


Dan foto terbaik selama 2014 adalaaaaah...... pasfoto.
  1. Sekali lagi, bernama lengkap Rahmi Afuza Maulina. Rahmi artinya kasih sayang, diambil dari nama ibunda wakil presiden Indonesia yang pertama Bapak Muhammad Hatta (yes, my father is big fan of him). Afuza artinya kemenangan, mungkin karena anak cewek yang mereka tunggu-tunggu akhirnya brojol juga. Dan Maulina karena saya lahir di bulan Maulud, tapi ya masa anak cewek dikasih nama Maulana? Dan bapak dengan bijaksananya mlesetin Maulana jadi Maulina.
  2. Lahir di tangan bapak sendiri, percaya gak percaya. Sebenernya tempo hari (menurut ibu) kami sekeluarga besar udah pesen sebuah kamar di rumah sakit pemerintah di Garut, tapi karena berbagai macam insiden, saya lahir depan pintu masuk rumah, dengan bantuan dari kedua tangan bapak yang sama sekali gak punya pengetahuan kebidanan, secara sarjana pendidikan geografi mendadak ngebidanin istri sendiri. Menurut beliau kelahiran saya kaya anak kucing. Mudah, cepat, murah, gak banyak drama.
  3. Anak kedua dari tiga besodara. Punya satu kakak laki-laki dan satu adik laki-laki. Filosofi jawanya adalah sendang kapit pancuran yang katanya sih rejekinya bakal banyak (amiiiin). Walopun anak cewek satu-satunya, bukan berarti saya yang paling dimanja. Oh, tidak sodara sodara!.  Menjadi anak tengah adalah kamu mesti rela kerja ekstra  jadi babu buat kakak sekaligus pengasuh buat adik. Huft, ada yang salah dengan filosofi di atas sepertinya.
  4. Dan dari tiga bersaudara tadi, saya yang paling gak mirip sama ibu-bapak. Sering banget dikatain ketuker di rumah sakit, padahal lahir di tangan bapak sendiri. Setelah ditelusuri, saya ngewarisin 80% gen dari ibunya bapak, Mak Nek.
  5. Baru-baru ini berubah status dari anak rumahan menjadi AKB (Anak Kosan Baru). Yah, mungkin sudah saatnya saya keluar dari sangkar emas kasih sayang keluarga dan kehangatan rumah nenek-kakek. By the way, sangkar emas tadi sekarang jadi milik si adik. Alhamdullilah, di keterima kuliah di UGM juga taun ini :)
  6. Baru sadar kalo saya punya ketergantungan sama cilok, cimol, cireng, cilung, cibay, dan olahan aci berMSG lainnya. Kuliah jauh dari rumah itu serasa direhabilitasi dari jajanan sekolah yang bikin goblok.
  7. Tinggi badan 149 cm. Dan ini gak bertambah dari kelas 8 SMP hingga tulisan ini dibuat. Padahal tinggal 1 cm lagi buat jadi bidan di UNPAD, 6 cm lagi buat ujian jadi Inspektur Kepolisian, 11 cm lagi buat daftar jadi pramugari, dan 21 cm lagi biar badan saya jadi ideal. Ini bukan masalah kurangnya usaha atau kebanyakanan jajan MSG, tapi sekali lagi ini adalah salah satu gen yang saya warisi dari Mak Nek, jadi syukuri aja.
  8. Gak bisa keluar dari aturan 3 warna aman. Hitam, coklat, biru tua. Sedikit aja melenceng dari order suka ngerasa gak pede pas keluar kamar.
  9. Minus sejak kelas 1 SMA. Dulu sempet beda jarak fokus antara kanan sama kiri. Alhamdullilah, terakhir periksa ternyata hubungan mereka membaik sampe akhirnya kompak jadi minus 4 semua.
  10. Sempet berfikir kalo saya adalah segelas teh tawar anget dalam bentuk manusia.
  11. Baru fasih ngayuh sepeda di usia 19 tahun, telat emang. Dan semua keajaiban itu terjadi berkat SKALA 51’ yang ngadain acara Fun Bike (fun?) secara semena-mena. Apakabarnya pemandu macem saya yang ga bisa naik sepeda kalo kaya gini caranya? Ya masa satu kelompok keliling Jogja naik Trans Jogja sendiri (iya, ide ini benar-benar saya sampaikan pada ketua acara funbike, yang langsung ditolak saat itu juga, huft). Jadi mau ga mau saya mesti jatuh bangun belajar sepeda lagi demi memandu dedek-dedek ospek yang belum mengenal belantara dunia perkuliahan. Big thanks buat Faizana Izzahasni yang bersedia meluangkan waktu studionya buat bolos ngelatih saya mengayuh pedal sepeda keliling Fakultas Teknik dan ditonton khalayak ramai :’)
  12. Lolos ujian SIM C umur 20 tahun. Dibilang lolos ya engga juga sih, orang nembak :p Makasihnya buat Mochammad Suva Nugraha (ajaran keseimbangan pantat akan selalu saya amalkan, guru!) dan seorang pak polisi yang bertugas di Polres Tasikmalaya. Alhamdullilah, sampe detik ini belum pernah kena tilang.
  13. Gagal menjajal Suzuki Thunder punya Yulio Putra Widatama (dengan alasan kaki kurang panjang), Kawasaki KLX punya Pak Ignasius Irianto (kakinya udah sampe, orang-orang yang ga sampe hati takut motornya saya kenapa-kenapa), dan Toyota Hilux-plat-Malaysia-penggerak-4-roda-warna-merah-marun-super-berkilau-dan-keren-banget punya Pak Ajog (gagal total pas nyalain mesin). Terimakasih buat semua pemilik kendaraan, semesta belum mengijinkan kendaraan kalian masuk bengkel ketok mejik sepertinya.
  14. Belum bisa berenang (BELUM!) makannya target semeser ini mesti bisa gaya dada (MESTI!)
  15. Punya hobi baru, ngemil Milo bubuk tanpa seduhan dan tambahan apa-apa. Ceritanya pengen nyoba rebel, dimulai dari menyalahi aturan pakai di bungkus susu milo. Saya emang punk banget yah anaknya.
  16. Punya hobi lama, rebutan mencet bel istirahat di ruang guru bareng temen-temen SMP. Sayang, di SMA belnya udah otomatis, pas kuliah lebih parah lagi, gak ada bel sama sekali. Karena situasi dan kondisi yang gak memungkinkan, saya mesti rela melepas hobi yang satu ini :”(
  17. Punya hobi yang konsisten, disorientasi arah, nyasar kalo jalan sendirian (hobi?) Tapi berkat hobi satu ini, saya banyak ketemu tempat-tempat gak lazim yang jarang didatengin orang (plus ngaret kalo diajak janjian di tempat baru)
  18. Pacar silih berganti, sahabat tetap di hati. Dari jaman alay kelas 7 SMP udah temenan sama Dizsa Sofiani Inayah Budiman, Hesty Ratnasari, Destia Kusumawati, Gesti Cita Novala, dan Alvi Revianti sampe sekarang. Gak kerasa kan udah 8 taun? Gak kerasa kan kita udah tua? Gak kerasa kan mulai ditanya ‘kapan lulus-kapan nikah’ tiap kumpul-kumpul keluarga? :p Walaupun jarang ketemu, sibuk sama kuliah, pacar, dan skripsi masing-masing, moga silaturahmi terus jalan dan ga ada putus-putusnya ;)
  19. Allah baru ngijinin saya kenal Ressa Rosiyanti di akhir masa-masa kelas 12 SMA. Kenapa saya  gak kenal kamu lebih cepat ya?
  20. Sembilan belas fakta di atas adalah penguat kalo saya seorang narsis, egosentris, romantis, parangtritis, dan is is gak jelas lainnya. ( <-- font="" ide="" kehabisan="">



Kalian khatam ngebaca sampe nomor 20?! Wow! Andai saya Raisa, pasti saya peluk satu-satu deh tiap pulang kerja.

Btw, baru-baru ini ada kabar angin tantangaan baru mulai bermunculan, salah satunya #10BucketWish. Sekalian aja ya saya bikin di sini

1. Selesein Pra TA, TD, PD.

10. Udah, itu aja dulu beresin taun depan.


2014/01/05

Dexys Midnite Runner - Come On Eileen


Poor old Johnnie Ray
Sounded sad upon the radio
He moved a million hearts in Mono
Our mothers cried
Sang along, who'd blame them

Now you're grown,
(You're grown up)
So grown
Now I must say more than ever, come on Eileen
Toora loora toora loo rye ay
And we can sing just like our fathers

Come on Eileen, oh I swear what he means
At this moment, you mean everything
With you in that dress, my thoughts I confess
"Verge on dirty",
Ah come on Eileen
Come on Eileen

These people round here
Wear beaten down eyes sunk in smoke dried faces;
So resigned to what their fate is
But not us, no never, no not us, no never
We are far too young and clever

(Remember)
Toora loora toora loo rye ay
Eileen, I'll hum this tune forever

Come on Eileen, oh I swear what he means
Ah come on let's, take off everything
Pretty red dress, Eileen tell him yes
Ah come on let's, ah come on Eileen
That pretty red dress, Eileen tell him yes

Ah come on let's, ah come on Eileen, please
(Come on Eileen, too loo rye ay)
(Come on Eileen, too loo rye ay)
(Now you have grown, now you have shown)
Toora toora, too loora
(Oh Eileen)
(Said come on)

Come on Eileen, too loo rye ay
(These things that are real so, how you feel)
Come on Eileen, too loo rye ay
(Now I must say more than ever)
Toora toora, too loora
(Things round here change)
(I said toora loora)

Come on Eileen, too loo rye ay
(Toora loo rye ay)
Come on Eileen, too loo rye ay
Toora toora, too loora

Come on Eileen, oh I swear what he means
At this moment, you mean everything
With you in that dress my thoughts I confess
Verge on dirty, ah come on Eileen

Come on Eileen, oh I swear what he means
At this moment, you mean everything
In that dress oh my thoughts I confess
Well they're dirty, on Eileen

Come on Eileen, whoa what he means
Oh, ah come on, everything

________________________________________________________________________
Saya keracunan lagu ini berhari-hari dan secara sederhana bisa bahagia tiap ngedenger intronya, kemudian cuman berharap bisa ganti nama jadi Eileen tiap masuk bagian reff. Pokoknya lagu ini udah resmi wajib dimainin di resepsi nikahan kelak dimana saya ga bakal pake kebaya ataupun sinjang yang bikin sesak napas apalagi gerak :p

Euh, terlalu visioner ya? Ah, terbukti saya beneran keracunan lagu ini. Tolong.